A weathered anchor lies on the ocean floor, surrounded by soft sand and aquatic vegetation. The tranquil water above reflects soft twilight light, creating a serene underwater atmosphere.

Anchoring and Adjustment Heuristic: Pengertian dan Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

Share this:

Kamus American Psychological Association (APA) mendefinisikan anchoring and adjustment heuristic sebagai berikut:

the tendency, in forming perceptions or making quantitative judgments under conditions of uncertainty, to give excessive weight to the starting value (or anchor), based on the first received information or one’s initial judgment, and not to modify this anchor sufficiently in light of later information. For example, estimates of the product of 9 × 8 × 7 × 6 × 5 × 4 × 3 × 2 × 1 tend to be higher than estimates of the product of 1 × 2 × 3 × 4 × 5 × 6 × 7 × 8 × 9.

Kecenderungan, dalam membentuk persepsi atau membuat penilaian kuantitatif dalam kondisi ketidakpastian, untuk memberikan bobot yang berlebihan pada nilai awal (atau patokan), berdasarkan informasi pertama yang diterima atau penilaian awal seseorang, dan tidak cukup memodifikasi patokan ini berdasarkan informasi selanjutnya. Misalnya, perkiraan hasil perkalian 9 × 8 × 7 × 6 × 5 × 4 × 3 × 2 × 1 cenderung lebih tinggi daripada perkiraan hasil perkalian 1 × 2 × 3 × 4 × 5 × 6 × 7 × 8 × 9.

Kehidupan mengharuskan orang untuk memperkirakan sesuatu yang besarannya tidak pasti.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh pekerja bangunan, yang akan bekerja di rumah kita, untuk merenovasi rumah?

Saat berbelanja baju di toko grosir, misalnya di Tanah Abang Jakarta, berapa harga baju yang harus Anda tawar sedangkan Anda tidak tahu jenis bahan dan kualitasnya?

Salah satu cara paling umum dalam memperkirakan dalam kondisi ketidakpastian adalah memulai dengan nilai yang tampaknya berada di kisaran yang tepat dan kemudian menyesuaikannya hingga diperoleh perkiraan yang memuaskan.

Saat menggunakan perkiraan seperti ini maka Anda mulai dengan nilai acuan awal dan kemudian menyesuaikan hingga ditemukan jawaban yang dapat diterima. Pilihan istilah penjangkaran atau patokan untuk nilai awal menunjukkan salah satu fitur paling menarik dari prosedur ini: Orang biasanya gagal menyesuaikan secara memadai. Artinya, nilai awal memberikan sedikit “hambatan” pada estimasi akhir, secara sistematis membiaskan hasilnya.

Pada contoh di atas misalnya, Anda akan bertanya ke pekerja bangunan tersebut, biasanya butuh waktu berapa hari untuk menyelesaikan pekerjaan yang sama? Jika toko baju sudah mematok label harga bajunya, Anda akan menawar dengan kisaran yang tidak jauh dari harga bandrolnya. Jawaban pekerja bangunan mengenai lamanya waktu dan harga bandrol baju menjadi patokan kita dalam memperkirakan sesuatu yang kita tidak tahu secara pasti.

Seberapa penting heuristik ini dalam kehidupan kita sehari-hari. Ilmuwan psikologi sosial Thomas Gilovich menjelaskan dalam buku Ensiklopedia Psikologi Sosial bahwa heuristik penjangkaran dan penyesuaian memiliki implikasi penting bagi kita semua dalam kehidupan sehari-hari. Kita semua harus waspada terhadap pengaruh yang dapat ditimbulkan oleh nilai awal yang sewenang-wenang terhadap perkiraan kita, dan kita harus berhati-hati terhadap individu yang mungkin mencoba mempengaruhi penilaian kita dengan memperkenalkan nilai awal yang melayani kepentingan mereka, bukan kepentingan kita.

Jadi saat kita bertanya kepada pekerja bangunan yang akan kita minta jasanya merenovasi rumah kita, berapa hari yang mereka butuhkan sampai renovasinya selesai, hati-hati dengan jawabannya karena itu akan menjadi patokan dan cenderung akan menguntungkan mereka dan merugikan kita. Saat kita membeli baju dan kita melihat harga bandrolnya, terutama di toko baju yang harganya tidak pasti, kita perlu berhati-hati karena harga baju akan mengikuti patokan yang ditentukan oleh penjual dan mungkin akan merugikan kita sebagai pembeli.

Share this:

Similar Posts