Berpikir Kontrafaktual: Mengapa Kita Kerap Mengandaikan Peristiwa yang Berlawanan dari yang Dialami?

Dalam kehidupan sehari-hari kita kerap mengandaikan peristiwa yang berlawanan dengan yang kita alami. Kita berpikir “Seandainya…”, seperti contoh berikut ini.  “Seandainya saya belajar lebih giat semester kemarin, Indeks Prestasi (IP) yang saya peroleh mungkin tidak sejelek ini.” Kata mahasiswa yang mendapat IP buruk di semester lalu.  “Seandainya kita berangkat lebih…

Read More

Pluralistic Ignorance: Mengapa Kita Enggan Bertindak karena Mengira Berbeda dengan Orang Lain?

Apa itu pluralistic ignorance? Bayangkan Anda menghadiri perkuliahan di kelas perdana mata kuliah pilihan, misalnya Gender dan Pemberdayaan. Dosen pengampu Anda menjelaskan sejumlah konsep psikologi yang rumit sehingga Anda merasa materinya sulit dipahami. Setelah memberikan banyak penjelasan, di ujung pertemuan dosen Anda memberi kesempatan mahasiswa untuk bertanya, barangkali ada penjelasan…

Read More

Merayakan Jiwa Kanak-kanak dalam Diri Kita

Kita tidak berhenti bermain karena kita menjadi tua; kita menjadi tua karena kita berhenti bermain. –George Bernard Shaw Setiap anak suka bermain. Namun, jiwa kekanak-kanak ‘terbunuh’ seiring anak tumbuh menjadi dewasa. Jiwa kanak-kanak yang dimaksud di sini bukan kekanak-kanakan (childish), bukan juga inner child. Ini semacam spirit bermain. “Salah satu…

Read More
1 2 3 4 5 … 7 8 9 10

Other Articles

Psikonara

Halo, pembaca! Saya Abu Bakar Fahmi. Psikonara adalah ruang untuk membaca kehidupan sehari-hari melalui psikologi, buku, pengalaman, dan refleksi. Selamat membaca!