Berpikir Kontrafaktual: Mengapa Kita Kerap Mengandaikan Peristiwa yang Berlawanan dari yang Dialami?
Dalam kehidupan sehari-hari kita kerap mengandaikan peristiwa yang berlawanan dengan yang kita alami. Kita berpikir “Seandainya…”, seperti contoh berikut ini. “Seandainya saya belajar lebih giat semester kemarin, Indeks Prestasi (IP) yang saya peroleh mungkin tidak sejelek ini.” Kata mahasiswa yang mendapat IP buruk di semester lalu. “Seandainya kita berangkat lebih…
Norma Injungtif dan Norma Deskriptif: Mengapa Orang Melanggar Aturan?
Interaksi antarmanusia dalam konteks sosial menghendaki perilaku orang-orang di dalamnya sejalan dengan norma sosial yang berlaku. Jika ada orang yang bertindak tidak sejalan dengan norma, disamping terlihat berbeda, juga membuat tidak nyaman orang-orang yang lain. Seperti yang saya alami pada suatu waktu di dalam bus Trans Jakarta dari halte Cikoko…
Anjing dan Bayangannya: Mengapa Memilih yang Terbaik, atau yang Lebih Baik, tidak Selalu Baik?
Seekor anjing, yang baru saja diberi tulang oleh tukang daging, bergegas pulang membawa hasil buruannya secepat mungkin. Saat melintasi jembatan penyeberangan yang sempit, ia tak sengaja melihat ke bawah dan mendapati bayangan dirinya terpantul di permukaan air yang tenang, persis seperti di cermin. Namun, anjing yang serakah itu mengira ia…
Pluralistic Ignorance: Mengapa Kita Enggan Bertindak karena Mengira Berbeda dengan Orang Lain?
Apa itu pluralistic ignorance? Bayangkan Anda menghadiri perkuliahan di kelas perdana mata kuliah pilihan, misalnya Gender dan Pemberdayaan. Dosen pengampu Anda menjelaskan sejumlah konsep psikologi yang rumit sehingga Anda merasa materinya sulit dipahami. Setelah memberikan banyak penjelasan, di ujung pertemuan dosen Anda memberi kesempatan mahasiswa untuk bertanya, barangkali ada penjelasan…
Situasi itu Sesuatu: Apakah Kita Benar-Benar Bebas Memilih Perilaku Kita?
Sebuah pengalaman sederhana di sebuah kamar penginapan membuat saya bertanya: seberapa jauh perilaku kita benar-benar berasal dari pilihan pribadi, dan seberapa besar orang lain serta situasi di sekitar kita ikut menentukannya? Saya meyakini bahwa setiap orang pernah mengalami peristiwa yang membuat kita berpikir bahwa kita adalah makhluk yang adakalanya tidak…
Merayakan Jiwa Kanak-kanak dalam Diri Kita
Kita tidak berhenti bermain karena kita menjadi tua; kita menjadi tua karena kita berhenti bermain. –George Bernard Shaw Setiap anak suka bermain. Namun, jiwa kekanak-kanak ‘terbunuh’ seiring anak tumbuh menjadi dewasa. Jiwa kanak-kanak yang dimaksud di sini bukan kekanak-kanakan (childish), bukan juga inner child. Ini semacam spirit bermain. “Salah satu…
