Pluralistic Ignorance: Mengapa Kita Enggan Bertindak karena Mengira Orang Lain Berbeda dengan Kita?

Apa itu pluralistic ignorance? Bayangkan Anda menghadiri perkuliahan di kelas perdana mata kuliah pilihan, misalnya Gender dan Pemberdayaan. Dosen pengampu Anda menjelaskan sejumlah konsep psikologi yang rumit sehingga Anda merasa materinya sulit dipahami. Setelah memberikan banyak penjelasan, di ujung pertemuan dosen Anda memberi kesempatan mahasiswa untuk bertanya, barangkali ada penjelasan…

Read More

Merayakan Jiwa Kanak-kanak dalam Diri Kita

Kita tidak berhenti bermain karena kita menjadi tua; kita menjadi tua karena kita berhenti bermain. –George Bernard Shaw Setiap anak suka bermain. Namun, jiwa kekanak-kanak ‘terbunuh’ seiring anak tumbuh menjadi dewasa. Jiwa kanak-kanak yang dimaksud di sini bukan kekanak-kanakan (childish), bukan juga inner child. Ini semacam spirit bermain. “Salah satu…

Read More

Apa Arti Sebuah Nama Jika Tidak Punya Arti: Kisah Kecil tentang Nama

Perkenankan saya berbagi kisah kecil tentang nama. Saat berada di sekolah menengah atas, teman-teman memanggil saya dengan singkatan nama saya, ABF. Panggilan menggunakan inisial ini digunakan teman-teman saya jauh sebelum nama tokoh politik populer menggunakan inisial, misalnya Pak SBY dan Pak JK. Namun, demi keakraban teman-teman kerap memanggil saya dengan…

Read More
1 2 3 4 5 7 8 9 10

Other Articles

About

Halo, pembaca! Saya Abu Bakar Fahmi. Psikonara merupakan platform tempat saya menuangkan pikiran dan perasaan saya tentang apa yang saya baca dan renungkan—baik dari buku maupun kehidupan sehari-hari. Saya menuangkan refleksi ini ke dalam tulisan agar dapat beresonansi dengan Anda.