The seeking or interpreting of evidence in ways that are partial to existing beliefs, expectations, or a hypothesis in hand.
Pencarian atau penafsiran bukti dengan cara yang memihak pada keyakinan, harapan, atau hipotesis yang sudah ada.
Sementara itu, Kamus American Psychological Association (APA) mendefinisikan bias konfirmasi sebagai berikut:
The tendency to gather evidence that confirms preexisting expectations, typically by emphasizing or pursuing supporting evidence while dismissing or failing to seek contradictory evidence.
Kecenderungan untuk mengumpulkan bukti yang mengkonfirmasi harapan yang sudah ada sebelumnya, biasanya dengan menekankan atau mengejar bukti pendukung sambil mengabaikan atau gagal mencari bukti yang bertentangan.
Mark L. Leary dari Departemen Psikologi dan Neurosains Universitas Duke dalam artikelnya berjudul The Psychology of intellectual humility menjelaskan bahwa minat ilmuwan psikologi dalam mengkaji intellectual humility dapat dirunut dari minat mereka dalam mengkaji sejumlah konstruk lain yang serumpun, antara lain authoritarian personality, open- dan close-mindedness, kepribadian openness to experience, dan need for cognitive closure….
Dark Triad Personality pertama kali dikenalkan oleh ilmuwan psikologi bernama Delroy L. Paulhus dan Kevin M. Williams dari Universitas British Columbia, Kanada pada tahun 2002 dalam artikel mereka berjudul The Dark Triad of personality: Narcissism, Machiavellianism, and psychopathy. Dalam artikel tersebut Paulhus dan Williams menjelaskan bahwa dari sejumlah kepribadian yang bersifat ofensif dan tidak patologis,…
Irving Janis, ilmuwan psikologi sosial dari Universitas Yale, Amerika Serikat, mengenalkan sebuah fenomena perilaku kelompok dalam pengambilan keputusan yang disebut dengan groupthink. Pada November tahun 1971, Janis menulis artikel dalam Psychology Today berjudul Groupthink dan mengartikan groupthink sebagai berikut: The mode of thinking that persons engage in when concurrence-seeking becomes so dominant in a cohesive in-group…
Kamus American Psychological Association mendefinisikan bystander effect sebagai berikut. Suatu fenomena di mana orang gagal menawarkan bantuan yang dibutuhkan dalam keadaan darurat, terutama ketika orang lain hadir di tempat yang sama. Studi tentang kecenderungan ini, yang awalnya dijelaskan sebagai tanggapan terhadap kegagalan orang yang berada di sekitar lokasi kejadian untuk memberikan bantuan dalam keadaan darurat,…
Perhatikan tiga kasus berikut ini: Seorang wanita muda yang sudah menikah pergi menonton film sendirian tanpa memberi tahu suaminya. Ketika ia pulang, suaminya berkata, “Jika kamu melakukannya lagi, saya akan memukulmu sampai babak belur.” Ia melakukannya lagi; suaminya memukulinya sampai babak belur. Dalam sebuah keluarga, seorang putra berusia dua puluh lima tahun memanggil ayahnya dengan…
Kepribadian Lima Besar (Big Five Personality) atau yang disebut juga Five Factor Model merupakan kerangka ilmiah untuk menggambarkan kepribadian manusia berdasarkan lima (5) dimensi sifat, yakni Openness to experience (O), Conscientiousness (C), Extraversion (E), Agreeableness (A), dan Neuroticism (N). Agar lebih mudah diingat, kelima dimensi sifat tersebut biasanya disingkat dengan OCEAN. Dalam artikel berjudul Big…