Senior man travel and stay at luxury hotel. Travel and active senior activity concept.

Apakah Membaca Buku Bisa Membuat Saya Sukses? 

Share this:

Aktivitas yang dimaknai mendalam biasanya akan ditanya dengan pertanyaan yang mendalam juga. Membaca buku misalnya, membuat kita bertanya, apakah membaca buku berguna? Apakah membaca buku bisa membuat saya sukses? Apakah membaca buku bisa membuat saya bahagia?

Apakah membaca buku berguna? Ya, buat anak sekolah yang besok akan ujian. Tidak, buat orang yang menilai waktu itu aset, dan ada banyak untung yang bisa didapat daripada sekedar duduk santai dua jam atau lebih hanya dihabiskan dengan membaca buku berisi imajinasi penulisnya.

Apakah membaca buku bisa membuat saya sukses? Para tokoh sukses dunia adalah para pembaca buku: Bill Gates misalnya, juga Mark Zuckerberg. Tentu, untuk jadi sukses tidak cukup hanya dengan membaca buku. Orang sukses banyak juga yang tidak suka membaca buku. Penulis buku, yang biasanya adalah pembaca buku, tidak banyak yang sukses dengan bukunya. Penulis sukses mungkin juga tidak benar-benar sukses. Penulis produktif-best seller Tere Liye gudah dengan buku-bukunya yang dibajak. Ini karena makna sukses berbeda-beda satu orang dengan yang lain.

Apa membaca buku bisa membuat saya bahagia? Pak Tani di desa yang hidup dengan rutin merawat padi di sawah setiap jam 10 pagi, jika ditanya, mungkin merasa bahagia. Pak Tani tentu lebih banyak membaca alam daripada membaca buku. Di era digital saat ini, orang bisa hidup bahagia tanpa perlu membaca buku.

Lantas, mengapa kita perlu membaca buku?

Pada setiap orang yang merasa perlu membaca buku, setiap kita punya jawaban personal mengenai alasannya. Termasuk saya. Namun kali ini saya merasa perlu, dan senang, mendengar alasan dari penulis Korea bernama Hwang Boe-Reum dari bukunya Why I Read mengenai mengapa kita perlu membaca buku.

Di masa kejayaan apresiasi sastra, orang-orang bercita-cita menjadi pembaca yang rakus, percaya bahwa orang yang banyak membaca adalah orang yang sukses. Memiliki aspirasi itu bagus, tetapi saya ragu untuk menghubungkan kegunaan buku dengan kesuksesan, atau setidaknya, saya tidak dapat menghubungkan Shakespeare dengan definisi kesuksesan yang stereotip… 

Saya yakin bahwa membaca akan membuka mata dan pikiran mereka ke dunia yang lebih luas di luar kesuksesan dan kegagalan.

 

Kembali ke pertanyaan: Jadi, apa yang saya harapkan dari buku?

Saya berharap menjadi lebih kuat, teguh pada keyakinan saya, dan menjadi pribadi yang lebih dewasa. Seseorang yang tidak sombong maupun naif. Seseorang yang bisa jujur ​​tentang perasaan saya, namun tidak membiarkan emosi menguasai saya. Saya ingin terus belajar dan menjadi lebih bijaksana. Saya ingin melihat dunia, untuk lebih memahami orang lain.

Mencantumkannya seperti ini membuatku sedikit malu. Ini adalah aspirasi yang muluk-muluk, aku tahu. Mungkin lebih mudah mengejar gagasan konvensional tentang kesuksesan. Tapi inilah yang membuatku terus membaca. Karena aku kekurangan dalam banyak hal, aku berharap dapat mengisi kekurangan itu dengan buku.

 

Apa yang kita baca akan meresap ke dalam diri kita, dan suatu hari nanti, akan bangkit untuk memberi kita kekuatan dan dukungan yang kita butuhkan… .

Buku telah mengajari saya bagaimana menerima semua kebaikan dan keburukan dalam hidup. Membaca mungkin tampak tidak berguna, tetapi itulah yang membuat kita lebih kuat.

Selamat Hari Buku!

Share this:

Similar Posts