Ensiklopedia Psikologi Sosial menjelaskan niat implementasi (implementation intention) sebagai berikut:
An implementation intention is a simple plan in the form of “If X, then I will Y!” that specifies an anticipated goal-relevant situation, X, and a goal-directed response, Y, that will help achieve the goal. For example, an implementation intention formed to support the goal intention “to exercise frequently” would follow the form of “If it is sunny outside when I get up in the morning, then I will walk to work rather than take the bus.” In other words, saying “I want to exercise more” doesn’t accomplish very much. But planning, “If it’s a sunny morning, then I’ll walk to work,” can increase one’s chances of actually reaching that goal of exercising more.
Niat implementasi adalah rencana sederhana dalam bentuk “Jika X, maka saya akan Y!” yang menentukan situasi yang relevan dengan tujuan yang diantisipasi, X, dan respons yang diarahkan pada tujuan, Y, yang akan membantu mencapai tujuan tersebut. Misalnya, niat implementasi yang dibentuk untuk mendukung niat tujuan “berolahraga secara teratur” akan mengikuti bentuk “Jika cuaca cerah di luar saat saya bangun pagi, maka saya akan berjalan kaki ke tempat kerja daripada naik bus.” Dengan kata lain, mengatakan “Saya ingin berolahraga lebih banyak” tidak banyak menghasilkan apa pun. Tetapi merencanakan, “Jika pagi hari cerah, maka saya akan berjalan kaki ke tempat kerja,” dapat meningkatkan peluang seseorang untuk benar-benar mencapai tujuan berolahraga lebih banyak.
Mark L. Leary dari Departemen Psikologi dan Neurosains Universitas Duke dalam artikelnya berjudul The Psychology of intellectual humility menjelaskan bahwa minat ilmuwan psikologi dalam mengkaji intellectual humility dapat dirunut dari minat mereka dalam mengkaji sejumlah konstruk lain yang serumpun, antara lain authoritarian personality, open- dan close-mindedness, kepribadian openness to experience, dan need for cognitive closure….
Keith E. Stanovich dari Universitas Toronto bersama koleganya dalam artikel mereka berjudul Myside Bias, Rational Thinking, and Intelligence menjelaskan bahwa myside bias adalah bias yang terjadi ketika… orang mengevaluasi bukti, menghasilkan bukti, dan menguji hipotesis dengan cara yang bias terhadap keyakinan, opini, dan sikap mereka sendiri sebelumnya. people evaluate evidence, generate evidence, and test hypotheses…
Menurut kamus Cambridge, media sosial didefinisikan sebagai berikut: Websites and computer programs that allow people to communicate and share information, opinions, pictures, videos, etc. on the internet, especially social networking websites Forms of media that allow people to communicate and share information using the internet or mobile phones Situs web dan program komputer yang memungkinkan…
Kamus American Psychological Association (APA) menjelaskan pengertian self-fulfilling prophecy sebagai berikut: a belief or expectation that helps to bring about its own fulfillment, as, for example, when a person expects nervousness to impair their performance in a job interview or when a teacher’s preconceptions about a student’s ability influence the child’s achievement for better or…
Pengertian availability heuristic Kamus American Psychological Association (APA) mendefinisikan availability heuristic sebagai berikut: Strategi umum untuk membuat penilaian tentang kemungkinan terjadinya suatu peristiwa adalah dengan mendasarkan penilaian tersebut pada kejelasan informasi yang tersimpan dalam ingatan mereka tentang jenis peristiwa tertentu: Semakin banyak informasi yang tersedia dan relevan, semakin besar kemungkinan peristiwa tersebut dinilai akan terjadi….
Andrew K. Przybylski dari Departemen Psikologi, Universitas Essex, Inggris dan koleganya pada tahun 2013 menulis laporan penelitian mengenai FoMO berjudul Motivational, emotional, and behavioral correlates of fear of missing out. Dalam artikel tersebut mereka mendefinisikan FoMO sebagai berikut: a pervasive apprehension that others might be having rewarding experiences from which one is absent, FoMO is…