Ensiklopedia Psikologi Sosial menjelaskan niat implementasi (implementation intention) sebagai berikut:
An implementation intention is a simple plan in the form of “If X, then I will Y!” that specifies an anticipated goal-relevant situation, X, and a goal-directed response, Y, that will help achieve the goal. For example, an implementation intention formed to support the goal intention “to exercise frequently” would follow the form of “If it is sunny outside when I get up in the morning, then I will walk to work rather than take the bus.” In other words, saying “I want to exercise more” doesn’t accomplish very much. But planning, “If it’s a sunny morning, then I’ll walk to work,” can increase one’s chances of actually reaching that goal of exercising more.
Niat implementasi adalah rencana sederhana dalam bentuk “Jika X, maka saya akan Y!” yang menentukan situasi yang relevan dengan tujuan yang diantisipasi, X, dan respons yang diarahkan pada tujuan, Y, yang akan membantu mencapai tujuan tersebut. Misalnya, niat implementasi yang dibentuk untuk mendukung niat tujuan “berolahraga secara teratur” akan mengikuti bentuk “Jika cuaca cerah di luar saat saya bangun pagi, maka saya akan berjalan kaki ke tempat kerja daripada naik bus.” Dengan kata lain, mengatakan “Saya ingin berolahraga lebih banyak” tidak banyak menghasilkan apa pun. Tetapi merencanakan, “Jika pagi hari cerah, maka saya akan berjalan kaki ke tempat kerja,” dapat meningkatkan peluang seseorang untuk benar-benar mencapai tujuan berolahraga lebih banyak.
Dimensi big five personality Kepribadian Lima Besar (Big Five Personality) atau yang disebut juga Five Factor Model merupakan kerangka ilmiah untuk menggambarkan kepribadian manusia berdasarkan lima (5) dimensi sifat, yakni Openness to experience (O), Conscientiousness (C), Extraversion (E), Agreeableness (A), dan Neuroticism (N). Agar lebih mudah diingat, kelima dimensi sifat tersebut biasanya disingkat dengan OCEAN….
Kamus American Psychological Association (APA) menjelaskan pengertian self-fulfilling prophecy sebagai berikut: a belief or expectation that helps to bring about its own fulfillment, as, for example, when a person expects nervousness to impair their performance in a job interview or when a teacher’s preconceptions about a student’s ability influence the child’s achievement for better or…
Kamus American Psychological Association mendefinisikan bystander effect sebagai berikut. Suatu fenomena di mana orang gagal menawarkan bantuan yang dibutuhkan dalam keadaan darurat, terutama ketika orang lain hadir di tempat yang sama. Studi tentang kecenderungan ini, yang awalnya dijelaskan sebagai tanggapan terhadap kegagalan orang yang berada di sekitar lokasi kejadian untuk memberikan bantuan dalam keadaan darurat,…
Konsep mengenai efikasi-diri dikenalkan oleh Albert Bandura, ilmuwan psikologi dari Universitas Stanford, pada tahun 1977 dalam artikelnya berjudul Self-efficacy: Toward a unifying theory of behavioral change. Pada artikel Bandura yang mengulas mengenai efikasi-diri, Bandura mendefinisikan efikasi diri sebagai berikut: Perceived self-efficacy is defined as people’s beliefs about their capabilities to produce designated levels of performance…
Andrew K. Przybylski dari Departemen Psikologi, Universitas Essex, Inggris dan koleganya pada tahun 2013 menulis laporan penelitian mengenai FoMO berjudul Motivational, emotional, and behavioral correlates of fear of missing out. Dalam artikel tersebut mereka mendefinisikan FoMO sebagai berikut: a pervasive apprehension that others might be having rewarding experiences from which one is absent, FoMO is…
Contoh kasus moral Perhatikan tiga kasus berikut ini: Seorang wanita muda yang sudah menikah pergi menonton film sendirian tanpa memberi tahu suaminya. Ketika ia pulang, suaminya berkata, “Jika kamu melakukannya lagi, saya akan memukulmu sampai babak belur.” Ia melakukannya lagi; suaminya memukulinya sampai babak belur. Dalam sebuah keluarga, seorang putra berusia dua puluh lima tahun…