Teori Determinasi-Diri (Self-Determination Theory): Pengertian, Dimensi, dan Cara Mengukurnya

Teori Determinasi-Diri atau Self-Determination Theory (SDT) berpandangan bahwa pada hakikatnya manusia memiliki sejumlah fitur yang positif dan gigih. Manusia memiliki rasa ingin tahu, vitalitas dan motivasi diri. Manusia mampu menjadi agen, mampu mengembangkan diri, mampu berjuang untuk belajar, mampu menguasai keterampilan baru, dan mampu menggunakan bakatnya dengan baik. Manusia mampu…

Read More

Prokrastinasi: Pengertian dan Bagaimana Cara Mengukurnya

Apakah prokrastinasi sama dengan menunda, sehingga semua aktivitas menunda disebut sebagai prokrastinasi? Atau prokrastinasi berbeda dengan menunda, sehingga tidak semua aktivitas menunda disebut prokrastinasi? Untuk menjawabnya, kita perhatikan tiga skenario berikut ini: Skenario 1. Anda telah meminta informasi penting untuk laporan yang sedang Anda tulis kepada rekan kerja Anda, Chris….

Read More

Groupthink: Mengapa Keputusan Kelompok Bisa Salah?

Irving Janis, ilmuwan psikologi sosial dari Universitas Yale, Amerika Serikat, mengenalkan sebuah fenomena perilaku kelompok dalam pengambilan keputusan yang disebut dengan groupthink. Pada November tahun 1971, Janis menulis artikel dalam Psychology Today berjudul Groupthink dan mengartikan groupthink sebagai berikut: The mode of thinking that persons engage in when concurrence-seeking becomes so…

Read More

Impostor Syndrome: Mengapa Ada Orang yang Kompeten Namun Kurang Percaya Diri?

Kamus American Psychological Association (APA) menyebut impostor syndrome sebagai istilah lain dari fenomena impostor (impostor phenomenon) yang didefinisikan  sebagai berikut: the situation in which highly accomplished, successful individuals paradoxically believe they are frauds who ultimately will fail and be unmasked as incompetent. The phenomenon originally was described in relation to…

Read More
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Other Articles

About

Halo, pembaca! Saya Abu Bakar Fahmi. Psikonara merupakan platform tempat saya menuangkan pikiran dan perasaan saya tentang apa yang saya baca dan renungkan—baik dari buku maupun kehidupan sehari-hari. Saya menuangkan refleksi ini ke dalam tulisan agar dapat beresonansi dengan Anda.