Marks about Availability heuristic on a dark page.

Availability Heuristic: Pengertian dan Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

Share this:

Kamus American Psychological Association (APA) mendefinisikan availability heuristic sebagai berikut:

Strategi umum untuk membuat penilaian tentang kemungkinan terjadinya suatu peristiwa adalah dengan mendasarkan penilaian tersebut pada kejelasan informasi yang tersimpan dalam ingatan mereka tentang jenis peristiwa tertentu: Semakin banyak informasi yang tersedia dan relevan, semakin besar kemungkinan peristiwa tersebut dinilai akan terjadi. Penggunaan strategi ini dapat menyebabkan kesalahan penilaian ketika informasi yang sangat mudah diakses dalam ingatan (misalnya, tentang peristiwa yang dipublikasikan secara luas, seperti kecelakaan pesawat) membuat orang percaya bahwa jenis peristiwa tersebut lebih mungkin terjadi daripada yang sebenarnya, atau ketika ketersediaan informasi yang relatif terbatas (misalnya, tentang penyebab kematian yang kurang dipublikasikan, seperti diabetes) membuat orang percaya bahwa jenis peristiwa tersebut kurang mungkin terjadi daripada yang sebenarnya.

Pada tahun 1973, Amos Tversky dan Daniel Kahneman menulis laporan penelitiannya berjudul Availability: A Heuristic for Judging
Frequency and Probability. Mereka mendefinisikan availability heuristic sebagai berikut:

Suatu heuristik penilaian di mana seseorang mengevaluasi frekuensi kelas atau probabilitas peristiwa berdasarkan ketersediaan, yaitu, berdasarkan kemudahan munculnya contoh-contoh yang relevan dalam pikiran.

Seperti apa contoh availability heuristic dalam kehidupan sehari-hari? Dalam artikel tersebut Tversky dan Kahneman memberi contoh sebagai berikut:

Kami mengilustrasikan bias ketersediaan dengan mempertimbangkan situasi klinis imajiner. Seorang dokter yang pernah mendengar pasien mengeluh bahwa ia lelah dengan kehidupan, dan bertanya-tanya apakah pasien tersebut mungkin akan bunuh diri, mungkin akan mengingat pasien serupa yang pernah dikenalnya. Terkadang hanya satu contoh yang relevan yang terlintas dalam pikiran, mungkin karena itu yang paling mudah diingat. Di sini, probabilitas subjektif mungkin bergantung terutama pada kesamaan antara contoh tersebut dan kasus yang sedang dipertimbangkan. Jika keduanya sangat mirip, maka diharapkan apa yang telah terjadi di masa lalu akan terulang. Ketika beberapa contoh terlintas dalam pikiran, kemungkinan besar contoh-contoh tersebut diberi bobot berdasarkan tingkat kesamaannya, dalam fitur-fitur penting, dengan masalah yang sedang dihadapi.

Contoh lain availability heuristic dalam kehidupan sehari-hari antara lain seperti berikut ini.

  1. Saat kita sedang berbelanja di supermarket, misalnya ingin membeli sirup, kita cenderung akan membeli merek sirup yang akrab dengan kita karena terbiasa mendengarnya dalam iklan yang kerap muncul saat kita menonton televisi. Karena berulang kali kita terpapar oleh iklannya, saat kita hendak membeli sirup, merek sirup tersebut mudah saja muncul dalam kepala kita.
  2. Saat merencanakan mudik, kita memilih apakah akan menggunakan pesawat atau mobil. Terutama apabila beberapa bulan lalu terjadi kecelakaan pesawat, kita cenderung akan memilih mudik menggunakan mobil dibandingkan menggunakan pesawat karena naik mobil dinilai lebih aman. Keputusan kita didasarkan pada availability heuristic karena itulah yang mudah muncul di benak kita. Kejadian kecelakaan pesawat kerap diberitakan secara intensif sehingga terkesan naik pesawat itu berbahaya dan lebih aman kalau naik mobil. Padahal, faktanya lebih sering terjadi kecelakaan mobil dibandingkan kecelakaan pesawat.
  3. Terjadinya peristiwa ambruknya bangunan pondok pesantren di Sidoarjo, Jawa Timur pada akhir September 2025 lalu membuat kita meninjau ulang rencana menyekolahkan anak kita ke pesantren. Berita ambruknya pesantren tersebut disiarkan berulang-ulang membuat kita khawatir kejadian yang sama menimpa anak kita. Padahal, lebih banyak pesantren yang didirikan dengan bangunan yang aman dan kokoh sehingga anak kita aman bersekolah di sana.
  4. Peristiwa pencurian di rumah tetangga yang baru terjadi beberapa minggu lalu membuat kita merasa khawatir untuk meninggalkan rumah di akhir pekan.

Share this:

Similar Posts