3d rendering of Heuristics and jigsaw pieces, Heuristics are simple strategies to quickly form judgments, make decisions, and find solutions to complex problems

Representativeness Heuristic: Pengertian dan Contohnya

Share this:

Kamus American Psychological Association (APA) mendefinisikan representativeness heuristic atau heuristik keterwakilan sebagai berikut:

a strategy for making categorical judgments about a given person or target based on how closely the exemplar matches the typical or average member of the category.

Strategi untuk membuat penilaian kategoris tentang seseorang atau target tertentu berdasarkan seberapa dekat contoh tersebut dengan anggota tipikal atau rata-rata dari kategori tersebut.

Sedangkan Ensiklopedia Psikologi Sosial mendefinisikan representativeness heuristic sebagai berikut:

a rule of thumb used to determine whether a person or an event should be put into a certain category by judging how similar the person or event is to the prototypical person or event of that category

Aturan praktis yang digunakan untuk menentukan apakah seseorang atau suatu peristiwa harus dimasukkan ke dalam kategori tertentu dengan menilai seberapa mirip orang atau peristiwa tersebut dengan orang atau peristiwa prototipe dari kategori tersebut.

Apa alasan orang menggunakan representativeness heuristic dalam berpikir atau mengambil keputusan? Penjelasan berikut saya kutip dari Ensiklopedia Psikologi Sosial.

Menurut beberapa psikolog sosial, manusia cenderung pelit kognitif (cognitive miser), yaitu membatasi penggunaan sumber daya mental mereka ketika mereka perlu membuat keputusan cepat atau ketika masalah yang harus mereka putuskan tidak penting bagi mereka. Orang memiliki beberapa strategi yang dapat mereka gunakan untuk membatasi penggunaan sumber daya mental mereka; salah satu kelompok strategi tersebut adalah heuristik. Heuristik adalah jalan pintas kognitif atau aturan praktis yang digunakan ketika seseorang harus membuat keputusan tetapi kekurangan waktu yang cukup atau informasi akurat yang diperlukan untuk membuat keputusan.

Heuristik menguntungkan karena membantu dalam pengambilan keputusan yang cepat, tetapi penggunaan heuristik dapat menyebabkan prediksi yang tidak akurat. Secara umum, heuristik adalah proses kognitif otomatis; artinya, orang menggunakannya dalam situasi pengambilan keputusan tanpa harus menyadari bahwa mereka sedang melakukannya.

Menurut ilmuwan psikologi Daniel Kahneman dalam bukunya Thinking, Fast and Slow, menilai probabilitas berdasarkan keterwakilan memiliki keunggulan penting: kesan intuitif yang dihasilkannya sering kali lebih akurat daripada tebakan ngasal. Dalam banyak kasus, ada kebenaran dalam stereotip yang menggunakan heuristik keterwakilan, dan prediksi yang mengikuti heuristik ini mungkin akurat. Dalam situasi lain, stereotip tersebut salah dan heuristik keterwakilan akan menyesatkan, terutama jika hal itu menyebabkan orang mengabaikan informasi tingkat dasar (base rate) yang menunjukkan arah lain.

Menurut Kahneman, salah satu kesalahan representativeness heuristic adalah kecenderungan berlebihan untuk memprediksi terjadinya peristiwa yang tidak mungkin (tingkat kejadian rendah).

Berikut ini contohnya:

Anda melihat seseorang membaca Majalah Tempo di stasiun KRL di Jakarta. Manakah dari pilihan berikut yang lebih tepat untuk memprediksi orang asing yang sedang membaca tersebut?

A. Dia memiliki gelar Doktor.

B. Dia tidak memiliki gelar sarjana.

Heuristik keterwakilan akan menyarankan Anda untuk menebak bahwa orang tersebut memiliki gelar Doktor, karena orang yang membaca Majalah Tempo sungguh prototipe orang terpelajar. Tapi tebakan ini belum tentu tepat. Anda harus mempertimbangkan alternatif kedua dengan serius, karena jauh lebih banyak orang yang tidak memiliki gelar sarjana daripada yang memiliki gelar Doktor yang menggunakan KRL di Jakarta.

Share this:

Similar Posts