Ensiklopedia Psikologi Sosial menjelaskan niat implementasi (implementation intention) sebagai berikut:
An implementation intention is a simple plan in the form of “If X, then I will Y!” that specifies an anticipated goal-relevant situation, X, and a goal-directed response, Y, that will help achieve the goal. For example, an implementation intention formed to support the goal intention “to exercise frequently” would follow the form of “If it is sunny outside when I get up in the morning, then I will walk to work rather than take the bus.” In other words, saying “I want to exercise more” doesn’t accomplish very much. But planning, “If it’s a sunny morning, then I’ll walk to work,” can increase one’s chances of actually reaching that goal of exercising more.
Niat implementasi adalah rencana sederhana dalam bentuk “Jika X, maka saya akan Y!” yang menentukan situasi yang relevan dengan tujuan yang diantisipasi, X, dan respons yang diarahkan pada tujuan, Y, yang akan membantu mencapai tujuan tersebut. Misalnya, niat implementasi yang dibentuk untuk mendukung niat tujuan “berolahraga secara teratur” akan mengikuti bentuk “Jika cuaca cerah di luar saat saya bangun pagi, maka saya akan berjalan kaki ke tempat kerja daripada naik bus.” Dengan kata lain, mengatakan “Saya ingin berolahraga lebih banyak” tidak banyak menghasilkan apa pun. Tetapi merencanakan, “Jika pagi hari cerah, maka saya akan berjalan kaki ke tempat kerja,” dapat meningkatkan peluang seseorang untuk benar-benar mencapai tujuan berolahraga lebih banyak.
Andrew K. Przybylski dari Departemen Psikologi, Universitas Essex, Inggris dan koleganya pada tahun 2013 menulis laporan penelitian mengenai FoMO berjudul Motivational, emotional, and behavioral correlates of fear of missing out. Dalam artikel tersebut mereka mendefinisikan FoMO sebagai berikut: a pervasive apprehension that others might be having rewarding experiences from which one is absent, FoMO is…
Pengertian anchoring and adjustment heuristic Kamus American Psychological Association (APA) mendefinisikan anchoring and adjustment heuristic sebagai berikut: the tendency, in forming perceptions or making quantitative judgments under conditions of uncertainty, to give excessive weight to the starting value (or anchor), based on the first received information or one’s initial judgment, and not to modify this…
Pengertian belief perseverance Dalam Encyclopedia of Social Psychology, belief perseverance didefinisikan sebagai berikut: the tendency to cling to one’s initial belief even after receiving new information that contradicts or disconfirms the basis of that belief Kecenderungan untuk tetap berpegang pada keyakinan awal seseorang bahkan setelah menerima informasi baru yang bertentangan atau menyangkal dasar keyakinan tersebut….
Contoh kasus moral Perhatikan tiga kasus berikut ini: Seorang wanita muda yang sudah menikah pergi menonton film sendirian tanpa memberi tahu suaminya. Ketika ia pulang, suaminya berkata, “Jika kamu melakukannya lagi, saya akan memukulmu sampai babak belur.” Ia melakukannya lagi; suaminya memukulinya sampai babak belur. Dalam sebuah keluarga, seorang putra berusia dua puluh lima tahun…
Pengertian availability heuristic Kamus American Psychological Association (APA) mendefinisikan availability heuristic sebagai berikut: Strategi umum untuk membuat penilaian tentang kemungkinan terjadinya suatu peristiwa adalah dengan mendasarkan penilaian tersebut pada kejelasan informasi yang tersimpan dalam ingatan mereka tentang jenis peristiwa tertentu: Semakin banyak informasi yang tersedia dan relevan, semakin besar kemungkinan peristiwa tersebut dinilai akan terjadi….
One of the terms in psychology that is often given the wrong meaning by psychology students is ‘attitude’. This is because the term ‘attitude’ as everyday language is different from the term ‘attitude’ in Psychology. As everyday language can be found for example in the following news title: Kronologi Tahanan Tewas Dikeroyok di Rutan Depok,…