Media sosial: Pengertian Menurut Ilmu Komunikasi dan Psikologi

Share this:

Menurut kamus Cambridge, media sosial didefinisikan sebagai berikut:

  1. Websites and computer programs that allow people to communicate and share information, opinions, pictures, videos, etc. on the internet, especially social networking websites
  2. Forms of media that allow people to communicate and share information using the internet or mobile phones
  1. Situs web dan program komputer yang memungkinkan orang berkomunikasi dan berbagi informasi, opini, gambar, video, dll. di internet, terutama situs jejaring sosial
  2. Bentuk media yang memungkinkan orang berkomunikasi dan berbagi informasi menggunakan internet atau ponsel

Joseph B. Bayer dari School of Communication, The Ohio State University dan koleganya menulis artikel berjudul Social Media Elements, Ecologies, and Effects yang dimuat dalam jurnal Annual Review of Psychology dan mengartikan media sosial sebagai berikut:

Computer-mediated communication channels that allow users to engage in social interaction with broad and narrow audiences in real time or asynchronously

Saluran komunikasi yang dimediasi komputer yang memungkinkan pengguna untuk terlibat dalam interaksi sosial dengan khalayak luas dan sempit secara real-time atau asinkron

Sedangkan Caleb T. Carra dan Rebecca A. Hayesa dari School of Communication, Illinois State University menulis artikel berjudul Social Media: Defining, Developing, and Divining dan mendefinisikan media sosial sebagai berikut:
Social media are Internet-based channels that allow users to opportunistically interact and selectively self-present, either in real-time or asynchronously, with both broad and narrow audiences who derive value from user-generated content and the perception of interaction with others.
.
Media sosial adalah saluran berbasis internet yang memungkinkan pengguna berinteraksi secara oportunistik dan mempresentasikan diri secara selektif, baik secara langsung maupun asinkron, dengan audiens luas maupun sempit yang memperoleh nilai dari konten buatan pengguna dan persepsi interaksi dengan orang lain.
Media sosial, dengan demikian, bukan sekadar sarana untuk berkomunikasi dan berbagi informasi. Ia juga merupakan lingkungan sosial yang dapat memengaruhi cara kita memperhatikan sesuatu, merasakan emosi, dan berperilaku. Mengenai bagaimana media sosial dapat memengaruhi kebahagiaan kita, saya membahasnya dalam artikel Media Sosial Membuat Kita Bahagia atau Sebaliknya?
Namun, kemampuan media sosial menyebarkan informasi dengan cepat juga menghadirkan persoalan lain. Informasi yang berulang-ulang muncul di linimasa dapat terasa semakin benar, meskipun belum tentu demikian. Fenomena ini dikenal dalam psikologi sebagai efek ilusi kebenaran, yang saya bahas dalam artikel Efek Ilusi Kebenaran: Mengapa Pengulangan Membuat Informasi Salah Dinilai Benar?
Media sosial juga dapat memengaruhi bagaimana kita menggunakan waktu luang. Ketika kebiasaan berselancar di media sosial semakin kuat, waktu yang sebelumnya digunakan untuk membaca dapat ikut berkurang. Mengenai persoalan ini, saya menulis Hambatan Literasi Datang dari Diri Sendiri⁠.

Share this:

Similar Posts