Broaden-and-Build Theory
Bayangkan saat ini Anda sedang merasa senang dan ditanya oleh pasangan atau kolega tentang apa rencana kegiatan minggu depan (misalnya liburan atau rencana kerja). Sebaliknya, bayangkan saat ini Anda sedang merasa sedih karena satu dan lain hal dan ditanya oleh pasangan atau kolega Anda tentang apa rencana kegiatan minggu depan. Pada kondisi mana Anda merasa lebih mampu untuk menjelaskan rencana tersebut, saat sedang merasa senang atau saat sedang merasa sedih?
Untuk menguji premis bahwa emosi positif mampu memperluas kemampuan orang dalam berpikir dan merencanakan, ilmuwan psikologi dari Universitas Michigan Barbara L. Fredrickson dan Christine Branigan melakukan eksperimen yang dilaporkan dalam artikelnya berjudul Positive emotions broaden the scope of attention and thought-action repertoires. Mereka menguji hipotesis di atas dengan menunjukkan kepada partisipan berupa cuplikan film pendek yang membangkitkan emosi untuk menginduksi emosi spesifik seperti kegembiraan, kepuasan, ketakutan, dan kemarahan. Mereka juga menggunakan cuplikan film non-emosional sebagai kondisi kontrol netral. Segera setelah setiap cuplikan film, mereka mengukur luasnya repertoar pikiran-tindakan peserta. Mereka meminta partisipan untuk menjauh dari detail film dan membayangkan berada dalam situasi di mana perasaan serupa akan muncul. Dengan perasaan ini partisipan diminta membuat daftar apa yang ingin mereka lakukan saat itu juga. Peserta mencatat tanggapan mereka hingga 20 baris kosong yang dimulai dengan frasa ‘Saya ingin…’.
Dengan menghitung hal-hal yang dicantumkan setiap peserta, penelitian menemukan dukungan untuk hipotesis bahwa emosi positif mampu memperluas (broaden) pikiran dan rencana tindakan. Partisipan dalam dua kondisi emosi positif (kegembiraan dan kepuasan) mengidentifikasi lebih banyak hal yang ingin mereka lakukan saat itu juga dibandingkan dengan mereka yang berada dalam dua kondisi emosi negatif (ketakutan dan kemarahan), dan juga dibandingkan dengan mereka yang berada dalam kondisi netral.

Broaden and build theory dikembangkan oleh Barbara L. Fredrickson untuk menjelaskan mengapa orang mengalami emosi positif. Dalam buku Encyclopedia of Social Psychology, Fredrickson menjelaskan,
Broaden and build theory menyatakan bahwa, tidak seperti emosi negatif yang mempersempit gagasan orang tentang tindakan yang mungkin dilakukan (melalui kecenderungan tindakan tertentu), emosi positif memperluas (broaden) gagasan orang tentang tindakan yang mungkin dilakukan, membuka kesadaran mereka terhadap berbagai pemikiran dan tindakan yang lebih luas daripada yang biasanya mereka lakukan. Misalnya, kegembiraan memicu keinginan untuk bermain dan berkreasi, minat memicu keinginan untuk mengeksplorasi dan belajar, dan ketenangan memicu keinginan untuk menikmati keadaan saat ini dan mengintegrasikannya ke dalam pandangan diri dan pandangan dunia yang baru.
Sementara pola pikir sempit yang dipicu oleh emosi negatif bersifat adaptif dalam situasi yang mengancam kelangsungan hidup, pola pikir yang lebih luas yang dipicu oleh emosi positif bersifat adaptif dengan cara yang berbeda dan dalam jangka waktu yang lebih panjang: Pola pikir yang lebih luas bersifat adaptif karena, seiring waktu, kesadaran yang luas tersebut berfungsi untuk membangun (build) sumber daya manusia, mendorong perkembangan mereka, dan membekali mereka untuk menangani ancaman terhadap kelangsungan hidup yang selanjutnya dan tak terhindarkan dengan lebih baik.
Dalam artikelnya berjudul The Broaden-and-Build Theory of Positive Emotions, Fredrickson menjelaskan tentang sejumlah peran emosi positif yang mejadi dasar bagi teorinya sebagai berikut:
- Emosi positif memperluas (broaden) perhatian dan pemikiran seseorang;
- Emosi positif menghilangkan rangsangan emosi negatif yang berkepanjangan;
- Emosi positif memicu ketahanan psikologis;
- Emosi positif membangun (build) sumber daya pribadi yang penting;
- Emosi positif memicu spiral peningkatan menuju kesejahteraan (well-being) yang lebih besar di masa depan; dan
- Emosi positif menumbuhkan kemajuan manusia (human flourishing).
